Jumat, 05 Juni 2015

AYO MONDOK...


Gerakan Nasional ‪#‎AyoMondok‬ yang
telah diluncurkan oleh PP dan
beberapa PW RMINU di Gedung
PBNU, Senin (1/6) sore menjadi
perbincangan deras para netizen di
media sosial, terutama di twitter.
Bahkan, tagar tersebut menempati
trending topic teratas di media sosial
yang kerap disebut mikro blog itu.
Beragam kicauan yang disampaikan
Netizen di twitter, mulai dari
pengalaman dirinya ketika mondok,
karakter pendidikan pondok
pesantren, foto-foto unik, hingga ada
juga yang meng-upload video
dokumenter menarik tentang sebuah
kisah perjalanan pondok pesantren.
“Asiknya nyantri itu belajarnya
menyenangkan dan berkesan. Bab
Thoharoh hingga Junub pun dikemas
lucu dan bijak. Hikmahnya dapet,”
kicau Akun twitter bernama @
eloquence_99.
Selain itu, akun bernama @
Riffanpecros berkicau, bahwa
pendidikan pondok pesantren tidak
hanya menjadikan lulusannya jadi
kiai, modin, ustadz, penceramah, dan
guru.
“Buktinya banyak yang jadi menteri,
jadi pengusaha sukses, bahkan jadi
Presiden RI. Dan Kalau ada yang
bilang mondok itu cuma mempelajari
ilmu agama, buktinya saya bisa
kuliah di kampus negeri, juga
entrepreneur dan bisa IT,” ujar Riffan
dalam tweetnya.
Sementara itu, akun bernama @
moqsith memaparkan dalam
kicauannya, bahwa di pesantren kita
tak hanya belajar membaca Qur’an
tapi juga bagaimana memahami
Qur’an. Dengan belajar di pesantren,
kita akan tahu, mana ajaran Islam
dan mana tradisi masyarakat Arab.
Dengan belajar di pesantren kita akan
tahu variasi bacaan Qur’an bahkan
hingga 14 jenis bacaan. Di pesantren
kita juga belajar bab jihad. Tapi,
makna jihad tak dipersempit hanya
berupa perang.
“Yang hebat dari pesantren adalah
keberhasilannya mmpersaudarakan
seluruh santri yang datang dari
seantero negeri. Pesantren memang
terus berkembang dan berbenah.
Sejumlah kekurangan terus dibenahi,”
imbuh @moqsith dalam tweetnya.
Gerakan ini didukung sepenuhnya
oleh para pengasuh pondok
pesantren di seluruh Indonesia.
Selain itu, saat ini setiap pesantren
sedang mempersiapkan diri untuk
menyosialisasikan gerakan nasional
#AyoMondok. Gerakan ini mempunyai
konsekuensi, bahwa pondok
pesantren wajib berbenah diri dengan
optimal dari berbagai aspek agar
mampu menciptakan lembaga dan
lulusan berkualitas ala pesantren

Tidak ada komentar:

Posting Komentar