Jumat, 05 Juni 2015

BIDADARI DUNIA AKHIRAT

 
BIDADARI DUNIA AKHIRAT
...
Ada sebagian kalangan yang dengan
entengnya memunculkan opini “Islam
bersikap diskriminatif terhadap wanita. Islam
membatasi ruang publik wanita. Islam lebih
mengunggulkan laki-laki daripada wanita.
Intinya, Islam, adalah agama yang tidak adil.”
Ironisnya, saking begitu gencarnya opini itu
digelindingkan, ada sebagian kalangan yang
juga menerima opini tersebut bahkan sampai
ikut mengampanyekan slogan “Islam
Bersikap Diskriminatif terhadap Wanita”.
Tentunya, tidaklah sulit dalam menanggapi
isu tersebut. Sebab, Islam adalah agama
yang rahmatan lil alamin, agama yang
membawa cinta kasih bagi semesta alam.
Islam adalah agama yang adil dalam
meletakkan sesuatu sesuai tempatnya. Maka
hanyalah orang-orang tidak paham sejarah
dan tidak mengerti hakikat Islam yang
memunculkan pemahaman bahwa Islam tidak
adil hanya karena Islam membatasi ruang
publik wanita.
Intan Permata Islam Itu Adalah Wanita
Cobalah kita perhatikan al-Qur’an surah an-
Nahl ayat 58 yang artinya, “Padahal apabila
salah satu di antara mereka diberi kabar
gembira dengan (kelahiran) anak perempuan,
wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan
dia sangat marah.”
Ayat ini menggambarkan prilaku orang-orang
Jahiliyyah. Mereka malu dan marah apabila
dikarunia anak perempuan. Menurut mereka,
anak perempuan tidak berguna, lemah, dan
tidak bisa diajak berperang. Jadilah anak-
anak perempuan saat itu dianiaya, disiksa
bahkan dikubur hidup-hidup. Tragis! Hal
demikian pun juga terjadi di Barat. Wanita
adalah makhluk yang paling teraniaya.
Wanita hanya dianggap jelmaan Setan dan
hanya menjadi pemuas nafsu binatang laki-
laki. Setelah puas, wanita-wanita itu
kemudian dibunuh. Biadab!
Dari itu, Islam datang dibawa Rasulullah
dengan ajaran-ajarannya yang penuh cinta
kasih dan mengangkat derajat wanita. Islam
menempatkan wanita pada posisi yang
sebenarnya . Rasulullah bersabda:
ﻣﺎ ﺍﻛﺮﻡ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻻ ﻛﺮﻳﻢ ﻭ ﻣﺎ ﺍﻫﺎﻧﻬﻦ ﺍﻻ ﺫﻟﻴﻞ
“Tidaklah memuliakan wanita kecuali orang-
orang yang mulia dan tidaklah menghinakan
wanita kecuali orang-orang yang hina”.
Dengan kata lain, orang yang mulia menurut
Islam adalah orang yang menghormati,
menghargai, menyayangi dan memuliakan
wanita. Sedangkan orang-orang yang tercela
menurut Islam adalah orang yang menghina,
mencela dan merendahkan wanita.
Rasulullah bersabda:
ﺧﻴﺎﺭﻛﻢ ﺧﻴﺎﺭﻛﻢ ﻟﻨﺴﺎْﻛﻢ
“Paling baiknya kalian adalah sejauh mana
kalian berbuat baik kepada wanita-wanita
(istri-istri) kalian.”
Jadi, orang muslim dapat dikatakan baik
apabila ia selalu menyayangi istrinya dan
tidak sungkan berbuat dan bersikap baik
terhadap wanita-wanita yang ada di
sekitarnya. Sungguh, Islam telah mengangkat
martabat wanita. Dulu, sebelum Islam
datang, wanita begitu teraniaya. Tapi, setelah
Islam datang, wanita menjadi terpuja. Dulu
wanita dianggap jelmaan Setan. Tapi kini
wanita adalah bidadari surga. Dulu wanita
tak lebih dari sekedar sampah. Namun Islam
memandang sebagai anugerah terindah.
Dulu, wanita hanyalah batu kerikil yang tidak
berharga. Tapi kini wanita adalah intan
pertama yang begitu mulia dan tiada duanya
Namun, jika masih sempat terbesit di benak
kita pertanyaan, kalau Islam memang adil
dan memuliakan wanita, kenapa Islam
membatasi ruang publik wanita dan wanita
dilarang keluar rumah tanpa mahram dan
izin suami? Mungkin, perumpamaan berikut
akan menjadi jawaban.
Jika seseorang mempunyai perhiasan berupa
emas, mutiara, intan permata, dan
semacamnya, pastilah ia tidak akan
membiarkan semua perhiasan itu berserakan
di lantai. Tapi justru semua perhiasan itu
akan disimpan di lemari kemudian dikunci
rapat agar tidak diambil dan dicuri orang.
Begitu juga Islam, Islam memandang wanita
sebagai perhiasan yang tak ternilai harganya.
Maka patutlah jika Islam membuat aturan
sedemikian rupa; membatasi ruang publik
wanita agar perhiasan yang ada pada diri
wanita tetap bersinar, berkilau, dan penuh
pesona hingga akhirnya menjadi muslimah
salehah yang akan menjadi bidadari dunia
dan akhirat. Rasulullah bersabda:
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻛﻠﻬﺎ ﻣﺘﺎﻉ ﻭﺧﻴﺮﻣﺘﺎﻋﻬﺎ ﺍﻟﻤﺮﺍْﺓ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ
“Dunia ini semuanya adalah perhaiasan
sedangkan perhiasan terindah adalah wanita
salehah.”
Pondok Pesantren, Rumah Terindah Bagi
Muslimah Salehah
Di dalam surat Ali Imran ayat 14, di sana
Islam memandang wanita sebagai perhiasan
terindah. Maka dari situ, pantas dan patutlah
bagi setiap muslimah untuk memelihara dan
menjaga semua keindahan yang ada pada
dirinya sebagai anugerah dan karunia Allah.
Di antara pemeliharaan itu ialah dengan
menutup aurat dan tidak memperlihatkan
keindahan dirinya kepada publik. Namun
sayangnya, jika kita berkaca pada realitas
yang terjadi, tidak sedikit dari wanita zaman
ini, terlebih remaja muslimah yang tidak
menghiraukan hal itu. Mereka tetap tampil
dengan style (gaya) yang katanya trendy
tanpa harus mempersoalkan apakah hal
tersebut sesuai dengan syariat Islam atau
tidak. Mereka muncul dengan tampilan
vulgar, feminim, dan menjadikan semua
keindahan dirinya sebagai konsumsi publik.
Nauzhubillah.
Tidakkah kita ingat sabda Rasulillah
ﻣﺎﺗﺮﻛﺖ ﺑﻌﺪﻯ ﻓﺘﻨﺔ ﻫﻲ ﺍﺿﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
“Saya tidak meninggalkan fitnah (cobaan)
yang lebih besar bagi seorang laki–laki
melebihi fitnah (cobaan) perempuan.” Dari
hadis ini, dapat dipahami bahwa selain
wanita adalah perhiasan apabila ia selalu
berada dalam jalur ajaran Islam. Namun
wanita pun hanya akan menjadi fitnah jika
segala perilakunya tidak sejalan dengan
nilai-nilai Islam.
Mungkin kalau kita cermati, faktor utama
dari semua itu adalah disebabkan kurangnya
pengetahuan dan pemahaman wanita
muslimah terhadap ajaran agamanya.
Banyak dari mereka lari dari ilmu-ilmu
keislaman sehingga mereka buta dan tidak
tahu apakah tindakannya sesuai dengan
Islam atau tidak. Jadilah mereka rentan
terpengaruh terhadap budaya yang datang
dari luar Islam yang memang bertujuan agar
muslimah merasa asing dengan agama
Islamnya sendiri.
Kemudian pertanyaannya adalah, apakah
solusi yang tepat untuk mengatasi problem
itu semua? Jika pertanyaan itu ditujukan
kepada saya, maka saya dengan suara
lantang akan menjawab: pondok pesantren.
Sebab, selain pondok pesantren lebih bersifat
tertutup dan jauh dari hiruk pikuk dunia yang
melenakan ini, pondok pesantren adalah
lembaga pendidikan yang memang fokus
pada pengajaran dan pemahaman ilmu-ilmu
keislaman. Dengan ilmu itu, remaja
muslimah dapat memahami hakikat Islam
dan akan mengamalkan nilai-nilai keislaman
di dalam kehidupan sehari-hari serta
menjadikan Islam sebagai pilihan dan cara
hidupnya.
Remaja muslimah tidak akan pernah risau
dalam mengarungi bahtera kehidupan yang
penuh ombak dan gelombang. Justru, remaja
muslimah pondok pesantren tidak akan
mudah terpengaruh dengan budaya-budaya di
luar Islam. Remaja muslimah akan selalu
bertindak sesuai dengan ajaran Islam
sehingga akan terpancar dari dalam dirinya
kecantikan luar dalam, kesederhanaan,
keikhlasan dan kelembutan. Puncaknya,
remaja muslimah akan bergelar muslimah
salehah yang pesona kecantikannya melebihi
bidadari surga sebagaimana sabda Nabi
Muhammad :
ﺍﻥ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﺠﻨَﺔ ﻣﻦ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻮﺭ ﺍﻟﻌﻴﻦ
“Sesungguhnya kecantikan dan keutamaan
muslimah salehah melebihi kecantikan dan
keutamaan bidadari surga yang bermata
bening bak mutiara.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar